Home / Travelling / Cerita Berobat Jantung Operasi Bypass di Penang Malaysia – Bagian 5

Cerita Berobat Jantung Operasi Bypass di Penang Malaysia – Bagian 5

Saya ingin melanjutkan cerita saya di Penang Malaysia, kalau Anda belum membaca cerita saya sebelumnya, Anda dapat melihatnya di sini

Jadi selanjutnya, setelah saya tiba di Rumah Sakit Adventist pada pukul 4 pagi, ya pukul 4 pagi, Anda tidak salah membacanya, saya harus tiba di rumah sakit pada jam tersebut untuk antri mengambil no tiket antrian untuk Dr Teh Aik Seng, di mana Beliau adalah dokter spesialis jantung yang terkenal.

Saya tidak tahu sebelumnya kalau dokter tersebut begitu terkenal. Saat saya tiba di sana, saya baru tahu, benar benar terkenal dokter tersebut. Pasalnya, tidak hanya didominasi pasien orang Malaysia, justru 90% yang berkunjung dari orang Indonesia.

Ya Anda tak salah baca lagi, 90% orang Indonesia seperti Medan, Aceh, Surabaya, Jakarta, Makassar, NTT, dan masih banyak lagi.

Jadi saat saya tiba pukul 4 (di Jakarta dan Semarang, masih jam 3 dini hari), di Rumah Sakit Adventist, counter tiket pun belum dibuka, berdasarkan jadwalnya, Counter Tiket di buka pukul jam 6. Terus apa yang saya lakukan selama 2 jam? Apakah tidur di sana? Hehe..

Oh ternyata jam 4 – 6 saya berbincang-bincang dengan Om dan Tante yang berobat di sana. Jadi pukul 4 pun, sudah banyak yang antri.

Pukul 6, saya ambil nomer antrian, seperti gambar di bawah ini.

No Antrian untuk Registrasi Pasien lama dan baru
Mesin untuk mencetak No Antrian untuk Registrasi Pasien lama dan baru

Setelah itu, pukul 06.50, saya harus stand by di ruang registrasi. Jadi ada dua pilihan, apakah saya mau kembali ke apartment (kalau apartment Anda dekat) atau tetap menunggu di sana. Pada saat itu, saya berencana kembali ke apartment menjemput orang tua saya. Karena saya memang sengaja, biar saya saja yang antri 🙂

Jam 7 kurang, saya stand by di depan ruang registrasi untuk mendaftar sebagai pasien baru. Baik pasien lama atau baru, tetap harus mendaftar di sini. Jadi Anda mau berkonsultasi dengan dokter siapa di sana? Anda sebaiknya membawa nama dokter siapa yang Anda ingin temui. Kalau Anda tidak tahu, Anda dapat bertanya kepada bagian registration, dan mereka akan merekomendasikan dokter siapa untuk Anda. Atau cara lain, yaitu dengan bertanya kepada para pasien lainnya. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang Indonesia juga.

Meja Registrasi untuk Pendaftaran dengan Dokter
Meja Registrasi untuk Pendaftaran dengan Dokter yang ingin Anda temui
Mesin pencetak No Antrian Bersebelahan dengan Meja Registrasi
Mesin pencetak No Antrian Bersebelahan dengan Meja Registrasi

Setelah mendapatkan nomer antrian yang sebenarnya (no antrian khusus untuk dokter yang dituju), kami bergegas ke tempat makan. Kami hendak sarapan pagi. Oh ya, Dokter Teh Aik Seng mulai buka pukul jam 8 pagi. Jadi mengapa saya tidak datang jam 8 pagi saja ya? Saya rasa Anda tahu jawabannya, mengapa saya datang pukul 4 pagi.

Saya mendapatkan informasi dari teman dan kerabat yang pernah ke Adventist, di Rumah Sakit tersebut, ada kantin, sebuah tempat di mana para dokter dan suster makan pagi dan siang di sana juga. Pukul 6 pagi, makanan pun sudah siap di sana. Makanan apa saja yang disajikan di sana? Yes, untuk mendukung kesehatan, makanan yang disajikan adalah makanan vegetarian.

Saya pun menikmatinya, ternyata enak lho makanan di sana. Ya, seperti julukanya food paradise. Apalagi kalau keluar di daerah Rumah Sakit, Anda akan menemui makanan yang super yummie. Berikut ini gambar dari kantin, yang dikenal dengan nama Cafetaria.

Cafetaria Rumah Sakit Adventist Penang Malaysia
Cafetaria Rumah Sakit Adventist Penang Malaysia
Ruangan Cafetaria Adventist Penang Malaysia
Ruangan Cafetaria Adventist Penang Malaysia
Suasana di dalam Cafetaria Rumah Sakit Adventist Penang Malaysia
Suasana di dalam Cafetaria Rumah Sakit Adventist Penang Malaysia

Setelah kami menyantap makan pagi, kami kembali ke ruang tunggu untuk dipanggil oleh suster dan masuk ke ruangan dokter untuk konsultasi. Eng ing eng, kami masuk jam 11 siang. Luar biasa bukan? Saat saya antri jam 4 pagi, dan masuk jam 11 siang. Ya saya maklum, karena pasien di Rumah sakit tersebut banyak sekali, dan Dokter juga melakukan visitasi alias kunjungan ke pasien pasien yang rawat inap, seperti yang telah melakukan operasi bypass.

Dr Teh Aik Seng Spesialis Jantung Adventist Penang Malaysia
Dr Teh Aik Seng Spesialis Jantung Adventist Penang Malaysia

Oh ya, hingga saat ini belum ada tagihan pembayaran sama sekali ya. Berbeda dengan di Indonesia, seperti di rumah sakit Semarang, ketika mendaftar karcis / tiket pun sudah ditarik uang, tarifnya. Padahal belum konsultasi ya. Kalau di Penang, konsultasi dokter dulu, setelah itu baru dilakukan pembayaran.

Suasana ruang tunggu Dokter di Adventist Hospital Penang Malaysia
Suasana ruang tunggu Dokter di Adventist Hospital Penang Malaysia

Karena, kami telah melakukan pemeriksaan cek lab sebelumnya di Indonesia, berupa hasil lab kateter Jantung, maka di Penang, kami tidak perlu melakukan kembali. Karena data di Indonesia pun bisa dibawa ke sana, namum perlu diperhatikan adalah tanggal tes lab tersebut, tidak boleh melebihi 1 bulan.

Alhasil, kami lebih cepat satu step, dan dokter melihat hasil kateter, dan menunjukkan sebaiknya di operasi bypass, eng ing eng. Ya, kami pun sudah siap dengan hal itu. (Kami juga mempersiapakan, bahwa Tuhan, sanggup melakukan mujizat pada saat itu, berharap agar tidak perlu bypass).

Dokter menyarankan unuk bertemu dengan bagian pihak manajemen untuk mengatur jadwal operasinya. Saya bertemu dengan pihak tersebut, untuk mengatur jadwalnya. Ada satu hal yang menarik Tuhan lakukan pada saat itu. Nanti saya akan ceritakan di post berikutnya.

About Ronny Setiawan

Saya adalah seorang Pebisnis Online, Penulis dan Training Leader di BelajarBisnisInternet.com. Visi saya adalah membangun dan memberikan pengaruh positif bagi generasi anak muda melalui komunitas dengan mempraktekan nilai-nilai kebenaran.
Close